Tuesday, February 12, 2008

Keindahan dalam Bergerak


Dulu, beberapa tahun yang lalu, saya sempat selalu mengurut dada, akibat pertanyaan saya pada seorang teman, selalu dijawab dengan hal yang tidak terpikirkan oleh saya.

“gimana, hari ini jadi ketemu kan?”
“Bentar ukhti, saya liat jadwal saya dulu?”
“Jadwal apa’an sih?” saya bertanya penuh bingung
“iya ukhti, saya liat dulu, takut ada jadwal yang harus saya selesaikan lebih dahuluu”


Wahkeren banget! Saya cuma pengen ketemu dan ngobrol, dan dia harus melihat jadwal acaranya, apakah bentrok atau tidak dengan kegiatannya hari itu. Padahal teman saya itu seorang perempuan yang tidak terikat dengan peraturan baku, seperti harus pergi ke kantor pagi dan selalu pulang sore hari. Namun dia memang seorang aktivis, seorang guru pada salah satu lembaga pendidikan balita.

Sungguh, pada saat itu saya sempat mengalami perasaan heran luar biasa. Sesibuk apa sih dia, sampai harus mempunyai jadwal, bahkan untuk beberapa bulan kedepan pun, telah ada tanggal-tanggal dimana dipastikan dia akan tidak bisa ditemui. Hm, seperti artis saja! Ya, selama ini, dalam pandangan –bak katak dalam tempurung- saya, hanya artis/orang terkenal yang akan mempunyai jadwal kegiatan untuk beberapa bulan kedepan. Ternyata, teman saya sendiri terkait hal ini. Jadi dapat dibayangkan, dia akan ada untuk rapat ini, rapat itu, training ini juga training itu. Piuhh!!!

Sebenarnya kesibukkan dia seperti itu pernah menghantui saya. Apa ya jadinya, ketika saya harus wara-wiri memenuhi beberapa jadwal dalam sehari, namun keadaan saya ternyata tidak memungkinkan? Pikiran ini terbentuk, mungkin karena saya tidak sadar, bahwa segala hal pastilah mempunyai konsekuensinya masing-masing. Jika dulu saya harus bekerja di balik meja, terikat waktu, merasa terbelenggu, itu sebagian besar disebabkan rasa ketidak-nyamanan akan keterbatasan dalam mengapresiasikan diri. Hingga dengan mudahnya saya memilih untuk melepaskan pekerjaan, untuk memulai langkah awal baru yang lebih, dinamis, nyaman, serta memenuhi kisi jiwa yang sempat kosong. Lalu bagaimana dengan teman saya itu? Apakah dia tidak merasa terbelenggu?

Iseng, saya pernah menanyakannya langsung, dan dia hanya menjawab santun disertai senyum,
“Ukhti, duniamu sebenarnya ada pada duniaku yang sekarang aku jalani, cuma dirimu belum sadar saja. Coba deh perhatikan sendiri, saya tidak merasa jenuh, bahkan hidup saya terasa berjalan begitu lincah, sampai-sampai otak saya dipenuhi oleh segala bentuk ide. Menyenangkan!”

Oya? Tapi apakah harus sesibuk itu?
“Ukhti, sibuk ini hanya kelihatan dari kulit luarnya saja. Perasaanmu akan tenang, karena sibukmu untuk kebaikan, jadi untuk apa kita santai namun dalam keburukan?”

Seorang teman lain juga pernah mengatakan,
“Coba lihat aliran air. Kodratnya adalah harus terus bergerak, mengalir jauh, hingga memenuhi anak sungai, bahkan sampai mendesak ke permukaan laut. Begitu pun udara, akan terus berayun membuat sirkulasi baik, memberikan kenyamanan serta kehidupan. Seandainya, air tidak bergerak, tidak mengalir, yang ada adalah bintik-bintik bibit nyamuk, yang kemudian membawa dampak buruk bagi manusia, begitu pula udara, akan terasa pengap dan menyesakkan ketika kodratnya untuk bergerak tidak dapat ia lakukan. Sama halnya dengan manusia, fitrahnya adalah terus bergerak, selama ia masih diberi kesempatan untuk melakukannya.”

@@@

Akhir-akhir ini, ada sebuah pesan singkat yang masuk pada ponsel saya, isinya:
Mb Rien, ada drmh kpn?tlg mb sms ja k HP q,kpn,jm brp,mb bs q ajak ngbrol. Mumet niy! Lg pngn dskusi,tp mb ssah bgt bwt ktemu

Saya tersenyum dan membalas pesan itu:
Sy ada drmh hr…jam…,atau sms aja sy,kpn kmu mo ktmu,sy ushakn u luangkn wkt,smile

Ah, ini namanya senjata makan tuan, atau memang kehidupan itu ibarat roda yang terus bergulir, jadi bisa diatas atau kadang ada dibawah. Namun kenyataanya, memang sesuatu yang bisa bergerak sesuai fungsinya, akhirnya mampu memandang hidup ini selaras dengan warna keindahannya.


9 a little note:

an diana said...

nah kan? seperti aku sekarang yang mulai merasa kesepian ditinggal sibuk teteh...hehehehe...

Um Ibrahim said...

alhamdullilah udah diupdate lagi :)

jadi kapan bisa ketemu neh? ;)

bener, aku sekarang juga punya agenda sejak taun baru ini, Ibrahim udah mulai besar banyak kegiatan yg aku hrs monitor, aku sendiri dah mulai aktif lg dengan "deen group", jadi ya Alhamdullilah, sibuk tapi nyantai, buktinya masih bisa ngeblog :)

Nin said...

Kadang Allah memberi sebuah pelajaran dengan cara memposisikan kita pada tempat/keadaan dimana dulu kita merasa aneh dengan tempat/ keadaan itu. Aku dulu aneh melihat wanita berjilbab besar, gamis dan berkaus kaki. Pikirku waktu itu, "Gak ribet apa?". Dialah Allah yg menggiringku sampe pada keadaan seperti itu.Apa komentarku sekarang? "Hmmmm ternyata nikmat rasanya, gak ribet sama sekali."

Bundakey said...

DUh bener deh yang lagi sibuk :)

semoga sibuk nya membawa berkah selalu. amiiin :)

InsyaAllah kalau lagi Online ga sibuk kan chat sama daku ;)

Harum Bunga said...

Subhanallah, Mbak Rien srg udah sibuk ya? Sama seperti ukhti yg di cerita Mbak (yg seorang guru pada salah satu lembaga pendidikan balita).

Hmm, biasanya klo udah asyik sama dunia sendiri tapi orang berkata "kita sibuk bgt gak ada matinye", hihihi... dia aja kali ya belum tau asyiknya dunia itu.

Duh, membingungkan gak sih paparan sy ini?

iko said...

Duuuhh, rasanya senang banget deh. Sesibuk apapun, tetapi masih memiliki waktu untuk berbagi dengan teman2 yang lain.

*smile*

sasongko said...

Beginilah kalo saya berkunjung ke blog akhwat, selalu berisi hal-hal yang menyejukkan dan persuasif (dalam hal baik tentunya), kebanyakan akhwat selalu bisa memilih kata2 yang tepat sehingga bisa mengena.

Syukron.

Blogwalking..

Salam kenal..

Ryuta said...

Sesibuk-sibuknya teh Rien masih sempet BW, masih sempet menyapa..terima kasih teh, salut deh.

Semoga sibuknya teh Rien berguna bagi orang banyak..insya allah.

Kapan buku keduanya keluar nih?

Rey said...

Bener mbak, lebih baik sibuk daripada (kebanyakan) nyantai, selalu aja ada yg dipikirin. Meskipun kadang dikejar2 waktu, tp seneng aja gitu :D