Eid Mubarak from my soul...
Heart : Ramadhan hampir berakhir…merasa kehilangan?
Human : Iya, tentu! Rasanya nggak bisa dilukiskan oleh seorang masterpiece pun…
Heart : Sudah lengkapkah ramadhanmu kali ini?
Human : Bicara soal lengkap, bisa menyangkut masalah puas nih! Dan manusia memang gudangnya ketidak-puasan. Saya merasa masih ada yang kurang saja. Bukan dimana-mana, tapi pada menjalani ramadhan kali ini.
Heart : Lakukan saja semampunya, bukankah Dia seperti prasangka kita juga. Disini tuh pembelajaran dimulai.
Human : Bener! Tapi mengapa kita selalu bertanya, ‘sudah cukupkah kita memanfaatkan bulan ramadhan sebaik mungkin?’. Apalagi, akhir-akhir ini, saya malah merasa tidak tahu diri. Dihari akhir-akhir ramadhan saya malah dibalut kecewa oleh rasa sakit yang mengakibatkan tidak ‘merdeka’nya saya dalam beribadah. Saya mesti mengernyitkan wajah saya menahan rasa sakit, banyak melakukan aktivitas hanya sambil duduk saja, karena untuk berjalan pun saya hanya bisa memberi waktu beberapa menit, kemudian satu kaki saya akan berteriak, ‘aku tidak mampu, jangan kau paksa!’. Duh, sungguh egoisnya!
Heart : Bersyukurlah kamu seharusnya, karena dengan sakit itu kamu jadi ngeh betapa sayangnya Dia padamu, masih mau menegurmu yang terlampau bersemangat dalam beraktivitas. Masih mau menyisakan waktu bagimu untuk beristirahat, dan inilah kesempatan untuk menghapus dosa-dosamu.
Human : Iya, tapi tetaplah seorang egois masih selalu mempertanyakannya.
Heart : Allah Maha berkehendak. Hanya Dia yang tahu tepat atau baiknya buat kita.
Human : Saya banyak dosa, mungkin kurang silaturahimnya, sering tidak sempat untuk menulis diblog, waktu yang makin mepet untuk BW, sering tidak mampu meluangkan waktu untuk satu blog teman yang loadnya lama sekali, jarang menyapa walo hanya diSB (wah ini masalah ‘dunia maya’ yak?!?), saya sering tenggelam pada setumpuk pekerjaan menulis, membimbing adik-adik disekolah, rapat yang hampir tiap hari, belum buku baca’an yang pengennya dilirik mulu…tuh kan, sudah kurang silaturahim, mengakibatkan menumpuknya banyak dosa ya?
Ramadhan…
Kau hampir melangkah
Tapi debar rindu telah mendera disetiap pembuluh darahku
Kegugupan akan jauhnya perjalanan mulai menyeretku
Hingga, tersimpuh memohon
Siramilah rindu agar selalu bersemi dan merebak
Hingga tiba saatnya, “Dia” berkenan mengijinkan kita untuk bertemu
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Taqabballallahu Minna WaMinkum
Taqbbal Ya Karim
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Ila Liqo Fii Amanillah
Salam Ukhuwah dan Cinta selalu dari Ummi Rien, Abi Indro, Aa Jihad dan Ade Kareem